TKA Online Vs TKA Semi Online Mana Yang Lebih Baik
Tes Kemampuan Akademik atau TKA merupakan salah satu asesmen yang baru. Tahun 2026 adalah tahun pertama TKA setelah sebelumnya diadakan hanya ANBK. TKA resmi menggantikan ANBK yang semula diselenggarakan untuk kelas 8 atau satu tingkat dibawahnya untuk SMP, SD dan SMA.
Baik secara jumlah dan kelas perbedaan antara TKA dan ANBK dianataranya pada jumlah peserta. TKA tujuan utamanya adalah untuk menilai sejauh mana kualitas mutu pendidikan dimana kemampuan siswa diukur secara objektif berdasarkan literasi dan numerasi.
Bukan hanya itu terdapat survei karakter dan lingkungan belajar untuk siswa memahami potensi, kekuatan dan kelemahan diri. hasil TKA akan digunakan untuk seleksi menuju tingkat pendidikan yang lebih tinggi. hasil TKA juga seharusnya selaras dengan nilai raport pendidikan siswa.
Namun pada pelaksanaan tes kemampuan akademik memang menjadi salah satu tantangan bagi sekolah yang menyelenggarakan TKA tersebut. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang menunjang untuk mendukung pelaksanaan TKA.
Masih banyak sekolah sekolah didaerah yang kesulitan dalam menyelenggarakan TKa karena keterbatasan sarana dan prasarana. Mulai dari sekolah pedalaman atau terpencil, perangkat keras komputer atau laptop, jaringan internet dan SDM yang memadai.
Sekolah tentu bisa memilih sekolah lain yang sudah memiliki Fasilitas TKA yang baik untuk menumpang atau menyewa jika sekolah tersebut tidak mempunyai perangkat TKA yang tidak mendukung. akan tetapi butuh biaya tambahan, waktu dan tenaga.
Maka dari itu sekolah perlu memilih tempat sewa yang bagus agar TKA berjalan optimal 100 persen. Dalam pelaksanaan TKA dibagi menjadi online dan semi online. TKA online membutuhkan banyak kapasitas internet yang besar karena dipakai puluhan klien.
Sedangkan semi online hanya membutuhkan satu server yang online. Perlu diketahui bahwa TKA online memang lebih baik menjadi solusi pelaksanaan TKA karena langsung terhubung ke pusat data sehingga tidak perlu adanya kirim data dari server proktor.
Sedangkan TKA semi online atau semi daring banyak menemui kendala meskipun tidak butuh banyak kuota internet tapi mulai dari sering logout ketika listrik mati server proktor bisa terjadi error bahkan bisa install kembali VHD yang perlu waktu lama untuk kembali ujian. selain setiap menyelenggarakan TKA baik simulasi, Gladi dan Utama harus melakukan singkronisasi dihari yang berbeda.
Kekurangan TKA online sendiri memang membutuhkan biaya tambahan tertutama dalam hal jaringan internet yang harus stabil agar TKA berjalan lancar. jika terdapat kendala atau error protok tidak dapat melakukan apapun karena masalah dari pusat mulai dari token, soal sebagian tidak terbaca dan waktu ujian.